Category Archive : NBA

Demi Ritme Permainan Russell Westbrook Latihan Ekstra

NBA

Demi Ritme Permainan Russell Westbrook Latihan Ekstra – Russell Westbrook menjalani dua operasi di jeda musim. Sehingga tidak bisa banyak bergerak pada musim panas 2019 ini. Westbrook pun merasa tubuhnya sedikit kaku ketika bermain di pertandingan pramusim. Ia kehilangan ritme pertandingannya sendiri.

Pemain baru Houston Rockets tersebut berusaha untuk mengembalikan itu sebelum musim reguler tiba. Ia sampai mengambil latihan ekstra di setiap kesempatan menjelang pertandingan. Menurut petugas di arena, Westbrook datang lebih awal dari yang lain.

Russell Westbrook serius ingin menyambut musim baru yang lebih baik. Sebelumnya, pemain berusia 30 tahun itu naik ke meja operasi.

Operasi pertama yang dilakukan untuk memperbaiki lutut kanannya. Yang kedua untuk memperbaiki ligamen di tangan kirinya.

Saat ini, kondisinya semakin baik. Lututnya juga sudah hampir fit. Westbrook tinggal menyatukan diri dengan tim baru nya tersebut dan berusaha mendapatkan ritmenya kembali. Rockets pun berharap banyak padanya.

Pada 2018/19 lalu, Westbrook masih bisa tampil membela Oklahama City Thunder. Ia tampil dalam 73 pertandingan reguler sebagai starter. Pada kesempatan itu, dirinya berhasil mencatatkan rata-rata 22,9 poin, 11,1 rebound, dan 10,7 asis. Dia juga membawa Thunder sampai ke putaran pertama playoff.

Kini, dirinya telah meninggalkan Oklahoma City dan bergabung dengan Houston Rockets pada musim panas ini. Kepindahan itu membuatnya bisa reuni dengan teman lamanya, James Harden. Kebetulan keduanya sempat tampil bersama di Oklahoma.

Westbrook berharap kepindahannya tidak sia-sia. Rockets belakangan merupakan tim yang bagus. Namun, selalu kalah dari Golden State Warriors tanpa sempat merasakan pertandingan final. Ia ingin berguna untuk mengantarkan Rockets ke final.

Sesampainya di Amerika Serikat, Rockets kembali memeriksa Green. Cederanya ternyata lebih parah dari dugaan. Awalnya, tim medis memperkirakan Green akan absen dalam beberapa bulan. Namun, akhirnya ia harus melewati satu musim tanpa bertanding.

Bagi D’Antoni, Green merupakan pemain penting dari bangku cadangan. Pada 2018-2019, ia sering muncul sebagai pemain pengganti. Green tampil sebanyak 73 kali tanpa pernah menjadi starter. Dari sana, Sang Garda mencetak rata-rata 9,2 poin dan 2,5 rebound.

Persentase tembakan keseluruhan Green (FG%) mencapai 40 persen. Efektivitas tembakan keseluruhan (eFG%) 53,5 persen. Sementara true shooting percentage (TS%) menyentuh angka 55,5 persen.

Tanpa Green, D’Antoni bisa saja meningkatkan menit bermain Austin Rivers dan Ben McLemore. Mereka juga masih memiliki Eric Gordon. Rockets akan mencari cara untuk menutup absennya Green.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi Pkv Games BandarQ PokerQQ Domino 99 Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15ribu Dan Kunjungi Juga Pacuantogel Untuk Mendapatkan Prediksi Togel SGP Singapore Paling Jitu Situs Togel Bandar12 Situs Judi Agen Bandar Bola SBOBET

DAFTAR PKV GAMES

Pramusim Zion Williamson (Sejauh Ini), Produktif dan Efektif

Pra Musim NBA

Pramusim Zion Williamson (Sejauh Ini), Produktif dan Efektif – Pemain New Orleans Pelicans, Zion Williamson berhasil membawa timnya meraih kemenangan dalam empat laga beruntun, Minggu,13 Oktober 2019. Berhadapan dengan tuan rumah, San Antonio Spurs, Pelicans sempat tertinggal di paruh pertama. Namun, peruntungan mereka berubah dikuarter tiga dengan mencetak 35 poin berbanding hanya 16 dari Spurs. Catatan itu membuat Pelicans nyaman memimpin di sisa gim dan menutupnya dengan kemenangan 123-114.

Hasil ini membawa Pelicans meraih catatan sempurna selama pramusim 2019/20. Dari empat gim yang sudah dilalui, anak-anak asuh Alvin Gentry selalu berhasil kelaur sebagai pemenang. Pelicans kini hanya menyisakan satu gim pramusim melawan New York Knicks sebelum menuju reguler.

Di empat pertandingan pramusim terakhir, Zion WIlliamson selalui mencetak dua digit poin serta menjadi top skor di tiga gim terakhir. Secara statistik Zion mencatatkan 23,3 poin, 6,5 rebound, dan 2,3 asis per gim dengan rata-rata bermain hanya 27,5 menit.

Statistik tradisional seperti di atas seringnya bias. Namun, saat menilik ke statistik lanjutan yang ditorehkan oleh Zion, saya rasanya harus mulai merubah pandangan saya tentang pemain ini. Jujur, sebelum dan sesudah NBA Draft 2019, hingga gim-gim pramusim ini, saya tidak terlalu mengikuti “hype” yang dibangun NBA tentang Zion.

Secara produktivitas, alumnus Duke University ini bisa dibilang sangat produktif untuk pemain yang tercatat sebagai forwarda dengan True Shooting Percentage (TS%) menyentuh 73,7 persen. Angka setinggi ini biasanya dimiliki oleh pemain-pemain senter yang berkutat di area kunci. “Zion kan belum bisa tripoin, makannya dia nyerang dari paint area saja.”

Jika pernyataan serupa muncul di kepala Anda, itu memang wajar adanya. Namun, jangan kira melakukan penetrasi ke area kunci dan mencatatkan TS% di angka 73,7 persen adalah hal yang sangat mudah. Zion membuatnya terlihat mudah, sejauh ini. Rata-rata TS% NBA musim lalu berada di angka 56 persen. Di sisi lain, berarti Zion juga sadar betul apa kelebihan dan kekurangannya. Sembari memperbaiki kekurangan di latihan, Zion fokus pada kelebihannya selama gim.

Tak hanya produktif, Zion juga bermain sangat efektif. Ia mencatatkan eFG% (effective Field Goal Percentage) di angka 72,4 persen. Sekali lagi, jumlah tersebut jauh di atas rata-rata NBA musim lalu yang mencatatkan 52,4 persen. Di kategori statistik lanjutan ini, tripoin mendapatkah perhitungan yang berbeda. Namun, catatan ¼ tripoin Zion dari empat gim menunjukkan bahwa pemain ini memiliki penetrasi yang memang efisien.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi Pkv Games BandarQ PokerQQ Domino 99 Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15ribu Dan Kunjungi Juga Pacuantogel Untuk Mendapatkan Prediksi Togel SGP Singapore Paling Jitu Situs Togel Bandar12 Situs Judi Agen Bandar Bola SBOBET

DAFTAR PKV GAMES

Spencer Dinwiddie Pimpin Nets Curi Kemenangan dari Lakers

NBA

Spencer Dinwiddie Pimpin Nets Curi Kemenangan dari Lakers – Di tengah kegaduhan yang dibuat Manajer Umum Houston Rockets, Darryl Morey, tentang geopolitik Cina, NBA China Games tetap di gelar pada Kamis malam, 10 Oktober 2019, waktu setempat. Brooklyn Nets dan Los Angeles Lakers adalah dua tim yang bertanding di Mercedes-Benz Arena, Shangha, Cina. Saling kejar sejak tepis mula, Nets berhasil mencuri kemenangan 114-111 di detik-detik akhir memanfaatkan kesalahan sendiri (turnover) yang dibuat oleh Pemain Lakers.

Tembakan gratis Theo Pinson dan dunk dari Nwaba memang adalah penentu kemenangan Nets. Namun, keduanya tidak memimpin tim dalam urusan mengumpulkan poin. Pengumpul poin. Pengumpul poin terbanyak Nets adalah Spencer Dinwiddie yang mengemas 20 poin, 4 reboundm dan 7 assist dalam 24 menit saja.

Di belakang Spencer, Taurean Prince menyusul dengan 18 poin dan 3 rebound. Dzanan Musa juga tampil efisien di gim ini dengan catatan 16 poin selama 22 menit dari 6/10 tembakan. Rodions Kurucs dan Joe Harris menjadi pelengkap daftar pencetak angka dengan digit ganda Nets usai masing-masing membukukan 10 poin.

Dari kubu Lakers, LeBron James menjadi top skor tim dengan catatan 20 poin plus 6 rebound. Rekan duet barunya, Anthony Davis, membuntuti dengan 16 poin dan 5 assist. Rajon Rondo tak mau ketinggalan dengan membukukan 18 poin, 5 rebound, dan 6 assist selama 24 menit di lapangan. Kentavious Caldwell Pope dan Alex Caruso menjadi pelengkap daftar dengan sama-sama mengemas 11 poin.

Sedikit kisah minor dalam gim ini terjadi pihak Nets. Dua pemain utama mereka, Kyrie Irving dan Caris LeVert harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Keduanya tercatat hanya bermain selama satu menit usai terkena benturan di area wajah dalam waktu yang berdekatan. Belum ada pemberitahuan lebih lanjut tentang benturan tersebut.

Di sini lain, tim pelatih Lakers terlihat melakukan eksperimen di gim ini dengan menempatkan Howard di posisi senter utama. bermaian selama 18 menit, Dwight mengemas 5 poin dan 8 rebound. Di pertandingan pramusim perdana mereka melawan Golden State Warriors beberapa waktu lalu, JaVale McGee adalah pemain yang ditunjuk mengisi posisi tersebut.

Lusa, kedua tim akan kembali bermain dihadapan publik Cina. Namun, mereka tak lagi di Shanghai, mereka akan menyapa pra penggemar yang ada di kota Shenzen, Cina. Lebih tepatnya, gim akan di gelar di Shenzen Dayun Arena, 12 Oktober 2019, Pukul 6.30 WIB.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi BandarQ / BandarQQ Poker QQ DominoQQ Pkv Games Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15.000 Dan Kunjungi Juga Pacuantogel Untuk Mendapatkan Prediksi Togel SGP Singapore Paling Jitu Situs TogelBandar12 Situs Judi Agen Bandar Bola SBOBET

>> DAFTAR <<

Stop Bandingkan Zion Williamson dengan LeBron James

NBA

Stop Bandingkan Zion Williamson dengan LeBron James – Zion Williamson baru akan melakukan debut profesionalnya di NBA pada musim 2019/20, Namun, ia telah menyedot perhatian publik sejak SMA Orang-orang bahkan sering membandingkannya dengan Lebron James.

Hingga saat ini, Williamson masih dibanding-bandingkan dengan James. Namun, Kepala Pelatih New Orleans Pelicans Alvin Gentry tampak bosan dengan perbandingan itu. Ia meminta semuanya setop membandingkan Williamson dengan orang lain.

“Mereka tidak seharusnya melakukan itu,” kata Gentry tentang perbandingan Williamson dengan James, per ESPN. “Kami tidak melakukan itu. Kami membandingkan Zion dengan Zion. Kami ingin Zion menjadi Zion Williamson sebaik yang ia bisa. Bukan orang lain. Kami ingin ia menjadi pemain bola basket terbaik namanya tidak bisa dibandingkan.”

Williamson sendiri saat ini tengah menyiapkan diri untuk melakukan debut. Ia memang sudah tampil di Summer League dan Pramusim NBA tahun ini. Namun, belum merasakan pertandingan reguler sekalipun.

Pelicans ingin membentuknya sebagai pemain terbaik. Gentry berharap banyak kepadanya. Namun, Williamson tidak akan melakukan apa yang telah James lakukan. Ruki nomor satu itu hanya akan melakukan apa yang mesti ia lakukan tanpa mengikuti jejak siapa pun.

Kendati demikian, permintaan Gentry tidak serta merta dapat meredakan perbandingan Williamson dan foward andalan Los Angeles Lakers itu. Apalagi perbandingan keduanya sudah berlangsung sejak lama. Para legenda NBA Bahkan sempat ikut membandingkan. Williamson masih akan berada dibawah bayang-bayang James. Namun, ia punya kesempatan untuk menunjukkan jati dirinya sendiri suatu hari kelak.

Williamson sendiri saat ini berusaha untuk siap menjalani musim perdananya. Ia belum pernah tampil di tingkat profesional, kecuali di NBA Summer League 2019 lalu. Itu pun hanya sekali. Williamson mengalami cedera. Pelicans menariknya dari pertandingan agar fit untuk musim baru.

Tim asal New Orleans itu juga punya kendala. Mereka memiliki wajah-wajah baru, termasuk Williamson, sehingga membutuhkan adaptasi. Namun, para pandit menganggap masa depan Pelicans cerah karena mereka memiliki amunisi potensial.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi BandarQ / BandarQQ Poker QQ DominoQQ Pkv Games Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15.000 Dan Kunjungi Juga Pacuantogel Untuk Mendapatkan Prediksi Togel SGP Singapore Paling Jitu Situs Togel Bandar12 Situs Judi Agen Bandar Bola SBOBET

>> DAFTAR <<

Dwight Howard Yakin Lakers Jadi Tim Pertahanan Terbaik Musim Depan

NBA

Dwight Howard Yakin Lakers Jadi Tim Pertahanan Terbaik Musim Depan – Dua pemusatan latihan sudah membuat pemain anyar Los Angeles Lakers, Dwight Howard, percaya diri menghadapi musim yang akan datang. Kepercayaan diri tersebut ia ungkapkan dalam perbincangan dengan SB Nation. Belum bicara juara, Dwight cukup yakin bahwa materi pemain Lakers sekarang sudah cukup bagus secara aspek bertahan.

“Saya rasa kami bisa menjadi tim dengan pertahanan terbaik musim depan,” Dwight berbicara dengan tegas. Apa yang diucapkan Dwight terasa masuk akal jika melihat sejarah prestasinya di NBA. Pemain berusia 33 tahun itu sudah 3 kali menjadi peraih gelar pemain bertahan terbaik NBA dan terpilih di All-Defensive Team sebanyak lima kali. Dari sekilas, mungkin Lakers benar-benar memiliki kemampuan bertahan yang baik.

“Bertahan itu tetang kemauan. Seberapa besar Anda ingin melakukannya. Jika Anda ingin menghentikan seorang pemain, maka Anda harus melakukan segalanya untuk benar-benar melakukan itu. Itu adalah mentalitas yang harus kami bawa terus sepanjang musim dan menghadapi deretan pemain basket terbaik di dunia.”

Ucapan Dwight ternyata diamini oleh kepala pelatih Lakers, Frank Vogel. Dalam wawancara terpisah, Frank mempercayai hal yang sama dengan Dwight. Namun, mantan pelatih Indiana Pacers dan Orlando Magic ini juga percaya bahwa setiap bagian tim harus bekerja keras demi mewujudkannya.

“Saya sama sekali tidak ragu atas ucapan tersebut. Ya, kami bisa menjadi tim bertahan terbaik di liga. Namun, saya rasa ini semua kembali kepada bagaimana saya menjaga mereka untuk tetap dalam kondisi terbaik sepanjang musim. Menyiapkan semua strategi permainan dan semacamnya. Ini semua tentang komitmen dari kami semua untuk melalui seluruh 82 gim musim reguler,” ujarnya.

Musim lalu, Lakers menempati urutan ke-20 untuk aspek Defensive rating dengan nilai 108,9. Pertahanan rapuh Lakers juga terlihat dari rata-rata 50,00 poin per gim lawan id area kunci mereka musim lalu. Lakers juga menjadi empat tim terburuk yang kemasukan poin dari pola fastbreak dengan 15.9 poin per gim.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi BandarQ / BandarQQ Poker QQ DominoQQ Pkv Games Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15.000 Dan Kunjungi Juga Pacuantogel Untuk Mendapatkan Prediksi Togel SGP Singapore Paling Jitu Situs Togel Bandar12 Situs Judi Agen Bandar Bola SBOBET

>> DAFTAR <<

Fenomena Undur Diri, Timnas AS Terus Rombak Skuat

FIBA

Fenomena Undur Diri, Timnas AS Terus Rombak Skuat – Timnas Amerika Serikat hendak mempertahankan gelar juara Piala Dunia Fenomena Undur Diri. Namun, mereka harus mengalami suatu masalah. Pemain-pemain undangan untuk kamp latihan Piala Dunia 2019 mengundurkan diri satu per satu. Akibatnya, Amerika Serikat terus merombak skuatnya menjelang kamp pada musim panas ini.

Selama dua minggu terakhir, Amerika Serikat setidaknya sudah kehilangan 9 dari total 20 pemain yang di undang mengikuti Kamp. Mereka kemudian memanggil enam pemain lagi untuk menggantikan mereka. Salah satunya Harrell.

Kendati demikian, menurut laporan Sham Charania (The Athletic), senter-foward Los Angeles Clippers itu menolak undangan timnas. Harrell sangat mengapresiasi hal tersebut, tetapi jadwal memang tidak memungkinkan. Sebab, ia hendak menyiapkan diri untuk melakoni NBA 2019-2020 bersama klubnya. Ia tidak bisa menghabiskan waktu untuk membela negara.

Selain Harrell, lima pemain lain memiliki keputusan berbeda. Mereka setuju untuk mengikuti kamp demi Piala Dunia di Cina pada September nanti. Lima pemain itu, di antaranya : Marcus Smart (Boston Celtics), Jaylen Brown (Boston Celtics), Mason Plumlee (Denver Nuggets), Julius Randle (New York Knicks), dan Thaddeus Young (Chicago Bulls). kelimanya kebetulan berpengalaman mengikuti kegiatan timnas.

Pada 2019 ini, Manajer Jerry Colangelo berusaha mencampur bakat-bakat muda dengan veteran. Ia ingin menciptakan kedalaman skuat yang melibatkan berbagai generasi. Colangelo pun menambahkan pemain yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga cukup muda untuk Piala Dunia.

“Keenam pemain yang kami tambahkan hari ini luar biasa dengan cara mereka sendiri,” kata Colangelo seperti di kutip situs resmi timnas AS. “Dan bersama pemain lain yang akan mengikuti kamp latihan tim Piala Dunia, akan membuat kepala pelatih Popovich dan stafnya memiliki pemain atletis dengan fleksibilitas yang luar biasa.”

Dengan tambahan pemain-pemain diatas, Amerika Serikat akan meracik tim yang hebat. Apalagi mengingat target mereka yang hendak mempertahankan gelar tiga kali beruntun di Piala Dunia. Colangelo percaya pemain-pemain yang ada saat ini memiliki jiwa saing yang besar dari sebelumnya.

Knicks, Lakers, dan Warriors Masuk 10 Besar Tim Olahraga Termahal di Dunia

NBA

Knicks, Lakers, dan Warriors Masuk 10 Besar Tim Olahraga Termahal di Dunia – Menjadi penggemar New York Knicks belakangan ini bukanlah hal mudah. Prestasi tim yang stagnan, pemain muda yang terus berpindah dan pemilik tim yang seolah mati segan hidup tak mau membuat perasaan penggemar Knicks terus naik – turun sepanjang waktu. Dalam waktu dekat saja, mereka sempat bergairah tinggi dengan potensi kedatangan Kevin Durant dan Kyrie Irving. Namun, gairah tersebut harus patah setelah keduanya pergi dan di gantikan sederet pemain seperti Bobby Portis dan Elfrid Payton.

Tak terlalu jauh berbeda dari Knicks, penggemar Los Angeles Lakers juga demikian. Selepas cedera Achilles yang memaksa Kobe Bryant mengalami penuruan permainan, Lakers praktis tak lagi berprestasi. Musim lalu, harapan sempat naik dengan kedatangan Lebron James. Namun sekalih lagi, cedera memuat Lakers gagal berbicara banyak.

Namun, ada Satu kesamaan yang dimiliki Knicks, Warriors dan Lakers yang bisa di banggakan oleh para penggemar mereka. Dalam daftar 50 tim olahraga paling mahal di dunia yang dirilis oleh Forbes, dua tim ini menjadi yang tertinggi di antara tim NBA lainnya. Total ada tiga tim NBA yang masuk dalam 10 besar daftar ini. Satu lainnya adalah Golden State Warriors.

Pun begitu, ketiga tim ini bukanlah tim yang paling mahal. Daftar tersbeut di puncaki tim sepak bola Amerika yang berlaga di National Football League (NFL), Dallas Cowboys. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Cowboys berharga AS$ 5 miliar. Tim yang dimiliki oleh Jerry Jones tersebut mengalami peningkatan nilai sekitar empat persen.

Peringkat dua di tempati oleh tim asal Amerika Serikat lainnya yang berlaga di Major League Baseball (MLB), New York Yankees. Yankees mengalami peningkatan nilai 15 persen dari tahun lalu dan kini bernilai AS$ 4,6 miliar.

Dua tim sepakbola asal Spanyol, Real Madrid dan Barcelona menempati peringkat tiga dan empat. Real Madrid bernilai AS$4,24 miliar sementara Barcelona A$4,02 miliar. Secara perbandingan dengan tahun lalu, Madrid mengalami peningkatan empat persen. Sementara Barcelona malah mengalami penurunan 1 persen dari tahun lalu.

Knicks menempati peringkat lima dengan nilai AS$4 miliar. Knicks menjadi satu satunya tim NBA yang menyentuh nominal AS$4 miliar tersebut. Menariknya, di tengah penururan prestasi, harga Knicks tersebut meningkat sebesar 11 persen dari tahun lalu.

Lakers dan Warriors sendiri menempati peringkat delapan dan sembilan. Di atas keduanya, ada tim sepakbola asal Inggris, Manchester United dan tim NFL lainnya, New England Patriots. Secara harga, Lakers mengalami peningkatan sekitar 12 persen dinilai AS$3,7 miliar. Sementara Warriors meningkat 13 persen dengan sekarang bernilai AS$3,5 miliar.

Menutup daftar ini, ada tiga tim yang layak menempati 10 besar karena nilai mereka sama. Dua tim asal Amerika Serikat, New York Giants (NFL) dan Los Angeles Dodgers (MLB) menempati posisi ini dengan nilai AS$3,3 juta.

Secara keseluruhan dalam daftar 50 tim ini, ada delapan tim NBA yang masuk. Chicago Bulls (19), Boston Celtics (22), Brooklyn Nets (37), Houston Rockets (38), Dallar Mavericks (43), dan Los Angeles Clippers (44). Fakta adanya sembilan tim yang masuk daftar ini adalah peningkatan drastis bagi NBA.

pada 2012, Lakers adalah tim paling berharga di NBA dengan nilai mencapai AS$900 Juta. Satu-satunya tim NBA lainnya yang masuk di 50 besar pada 2012 adalah New York Knicks. Di sisi lain, sejak 2014, setiap tim yang mendapatkan pemilik baru (Nets,Rockets,Clippers) terbeli di harga lebih dari AS$2 miliar.

Kontrak Kawhi Leonard dan Clippers “Hanya” Tiga Tahun

NBA

Kontrak Kawhi Leonard dan Clippers “Hanya” Tiga Tahun – Kisah perjalanan Kawhi Leonard menghadapi masa-masa menjadi bebasnya musim ini benar-benar menarik. Setelah mengambil waktu cukup lama untuk mengambil keputusan dan lantas mengejutkan banyak pihak akibat bergabung dengan Los Angeles Clippers, Kawhi seolah belum mau berhenti memberi kejutan.

Dalam laporan terbaru The Athletic, Kawhi dikabarkan baru saja resmi menandatangani kontraknya dengan Clippers. Menariknya, alih-alih sepakat dengan kontrak maksimal empat tahun senilai AS$144 juta, Kawhi dan Clippers ternyata sepakat dengan kontrak tiga tahun senilai AS$103 Juta. Lebih rinci lagi, kontrak ini akan memberikan opsi pemain di tahun ketiga.

Fakta ini membuat banyak pihak membuat “Teori konspirasi” tentang apa yang akan dilakukan oleh Kawhi. Peraih dua kali gelar MVP tersebut ditengari sedang membuat sebuah skenario menarii. Jika ia memutuskan menolak opsi pemainnya selepas tahun kedua, maka ia akan menjadi unrestricted free agent jelang musim 2021-2022.

Secara kebetulan, Calon rekan duet Kawhi di Clippers yang juga teman baiknya, Paul George, juga akan mendapat status serupa di saat yang sama. Hal ini membangkitkan asumsi bahwa keduanya punya rencana lain di masa mendatang. Entah akan pindah mencari tim baru lagi secara bersama atau justru memperpanjang kontrak dengan durasi yang lebih lama dengan Clippers.

Di sisi lain, di pasar pemain bebas 2021 nanti, keduanya tak sendirian. Selain mereka, ada LeBron James, Bradley Beal, dan Giannis Antetokounmpo yang menyandang status unrestricted free agent atau menolak opsi pemain mereka. Hal ini juga membuka peluang terbentuknya tim super lainnya di NBA yang melibatkan lebih dari dua superstar.

Kejutan terbaru Kahwi ini memang benar-benar menarik. Citra pendiam yang ia tunjukkan kepada publik juga seolah membuat tebakan tentang apa rencana masa depannya semakin sukar dibuat. Namun, untuk sekarang hingga musim 2020-2021, rasanya pihak Clippers tidak akan cukup kebingungan. Mereka kini bisa fokus untuk meraih gelar juara secepat mungkin dengan skuat yang sangat dalam ini.

Jordan Brand Dan Washington Wizards Rekrut Rui Hachimura

NBA

Jordan Brand Dan Washington Wizards Rekrut Rui Hachimura – Pesona Rui Hachimura sebagai pemain basket asal Jepang pertama yang terpilih di pilihan NBA Draft langsung menarik perhatian Jordan Brand. Merek yang identik dengan legenda NBA, Michael Jordan ini langsung mengikat pemain yang dipilih di urutan ke sembilan oleh Washington Wizard itu sebagai duta baru mereka di musim depan.

“Ini benar – benar kesepakatan yang spesial buat saya. Jordan Brand adalah salah satu perusahaan terbaik di dunia dan luar biasa bagi saya bisa bergabung menjadi bagian dari mereka,” ungkap Rui dilansir situs resmi Jordan Brand.

Analis sneaker ESPN, Nick De Paula, menyebut kesepakatan ini adalah kesepakatan yang cukup baik bagi kedua belah pihak. Bagi Rui, mendapatkan kesempatan untuk merepresentasikan Jordan Brand di NBA mungkin merupakan bagian dari mimpinya. Sebaliknya bagi Jordan Brand sendiri, pamor Rui dan latar belakangnya akan membantu Jordan Brand semakin populer di Jepang dan secara internasional.

Sedikit mengingatkan, Rui adalah bagian dari tim nasional Jepang. Rencana besar Jepang adalah menempatkan Rui sebagai tumpuan utama tim di Olimpiade 2020. Namun, bukan tidak mungkin Rui juga akan tampil di Piala Dunia FIBA 2019 yang akan digelar Cina pada akhir Agustus nanti.

Di sisi lain, Rui dan Jordan Brand seolah memiliki banyak hal yang menjadikan keduanya bak berjodoh. Dalam jumpa wartawan seusai NBA Draft 2019, Rui menyebutkan pemain idolanya saat itu tumbuh dewasa adalah Carmelo Anthony. Pemain yang akrab di sapa Melo itu adalah salah satu duta Jordan Brand terlama di antara deretan pemain lain seperti Russell Westbrook dan Blake Griffin.

Basket sebenarnya bukanlah olahraga yang Rui cintai pada pandangan pertama. Sebelum bermain basket, pemuda berusia 21 tahun ini lebih dulu bermain baseball. Mundur ke sejarah Michael Jordan, rasanya hampir semua pihak tahu bagaimana Michael sempat “selingkuh” dari basket dan memutuskan bermain baseball di liga minor di kurun 1993-1994.

Malcolm Brogdon Menanti Tawaran Sekitar $20 Juta

NBA

Malcolm Brogdon Menanti Tawaran Sekitar $20 Juta – Milwaukee Bucks akan menghadapi masa-masa yang cukup sulit di pasar pemain bebas nanti. Setelah Khris Middleton menolak opsi perpanjangan kontrak dan menjadi unrestricted free agent, fokus lain bucks adalah Malcolm Brogdon. Malcolm sendiri akan menyandang status restricted free agent. Secara garis besar, status itu membuat Malcolm dapat menerima tawaran kontrak dari seluruh tim NBA dan Bucks hanya punya dua pilihan, menyamai tawaran tersebut atau melepas Sang Pemain.

Kami pernah membuat ulasan khusus tentang Malcolm dan perkembangannya selama berlaga di NBA. Dari kabar yang beredar, fakta-fakta di artikel tersebut membuat beberapa tim sangat tertarik untuk menggunakan jasanya di NBA 2019/20. Apalagi jika tim tersebut merasa kekurangan pemain apik di posisi garda dan pemain dengan pertahanan perimeter yang apik.

Namun, semua tim yang tertarik tersebut harus rela mengeluarkan dana yang cukup banyak. Berdasarkan laporan ESPN, Malcolm menanti tawaran di kisaran $20 juta maksimal. Minimal, ia mengincar bayaran di atas $15 juta. Bukan jumlah yang kecil tapi cukup sepadan dengan apa yang di sajikan oleh Malcolm baik secara permainan atau statistik.

Sejauh ini, dua tim disebut-sebut sebagai pihak yang paling serius untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 26 tahun tersebut. Kedua tim tersebut adalah tim yang gagal lolos ke Playoff dan sedang membangun ulang skuat mereka dalam beberapa musim terakhir, Dallas Mavericks dan Chicago Bulls. Keduaya dikabarkan siap memberikan nilai kontrak sesuai keinginan Malcolm yang di kisaran empat tahun dan bernilai $80 Juta.

Jika nantinya benar-benar menawarkan kontrak sebesar itu, Bucks harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Pasalnya, seperti yang sudah dibahas di awal, Bucks tak hanya berkonsentrasi kepada Malcolm di pasar pemain bebas kali ini. Tim asuhan Mike Budenholzer itu juga harus melakukan negosiasi dengan Khris dan kondisi keuangan tim yang sudah cukup terjejali kontrak besar Giannis Antetokounmpo dan Eric Bledsoe.

Sebuah tantangan besar untuk Bucks yang bisa di bilang baru saja menyentuh potensi tertinggi mereka musim ini. Bucks menutup musim di peringkat pertama Wilayah Timur dan melaju hingga final wilayah sebelum kalah atas Toronto Raptors yang menjadi juara NBA.