Category Archive : AC Milan

Laporan Pertandingan Serie A: Torino vs AC Milan

Serie A

Laporan Pertandingan Serie A: Torino vs AC Milan – Penalti Krzystof Piatek kali ini tak cukup untuk memberikan AC Milan tiga poin, Torino bangkit membalikkan keadaan !

Derita AC Milan berlanjut. Setelah tumbang di laga bertajuk Derby Della Madonnina kontra Inter Milan, kini Rossoneri keok di markas Torino, Stadio Olimpico Grande Torino.

Dalam laga lanjutan Serie A Italia, Skuad Marco Giampaolo menyerah dengan skor tipis, 2-1.

Sempat berada di posisi unggul berkat sepakan penalti Krzysztof Piatek sepanjang babak pertama, Milan harus kecolongan di akhir pertandingan.

Sepasang gol Andre Belotti menjadi pembeda bagi tuan rumah untuk merengkuh poin maksimal di hadapan publik sendiri.

Dengan demikian, Milan musim ini telah menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan. Mereka tetap menyimpan enam poin dan menempati posisi kesepuluh.

Ada pun Torion, mereka merangsek ke Zona Eropa dengan sekarang memiliki perolehan angka yang menyamai Napoli.

Pertandingan tampak berjalan positif bagi Milan ketika laga memasuki menit ke-18. Tim tamu memperoleh penalti. Piatek yang maju sebagai algojo, menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Babak pertama pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 Milan.

Selepasa interval, Torino menemukan momentumnya. Menginjak menit ke-72, striker berbakat Belotti menyimbangkan skor usai memanfaatkan sondoran dari Tomas Rincon. Skor ini satu sama.

Dalam posisi berimbang, Torino kian percaya diri. Alhasil, hanya berselang empat menit, gawang Milan kembali bergetar. Belotti mencetak gol keduanya sekaligus memungkas laga dengan kemenangan.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi BandarQ / BandarQQ Poker QQ DominoQQ Pkv Games Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15.000

>> DAFTAR <<

Laporan Pertandingan: AC Milan vs Inter Milan Di Giuseppe Meazza

Serie A

Laporan Pertandingan: AC Milan vs Inter Milan Di Giuseppe Meazza – Inter Milan kembali unggul dua poin atas Juventus di Puncak klasemen sementara setelah berhasil mengalahkan AC Milan.

Marcelo Brozovic dan Romelu Lukaku membawa Inter Milan meraih kemenangan 2-0 atas AC Milan dalam lanjutan Serie A Italia pekan keempat di Giuseppe Meazza, Minggu (22/9) dini hari WIB, sehingga menggeser Juventus dari puncak klasemen sementara.

Dengan kemenangan ini, Nerazzurri menjaga start sempurna pada musim ini dengan perolehan 12 poin dari empat pertandingan. Klub besutan Antonio Conte itu kini unggul dua poin atas Juventus, yang di pertandingan sebelumnya menang 2-1 atas Hellas Verona.

Inter, yang kini tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir kontra AC Milan, unggul pada menit ke-49 lewat tendangan Marcelo Brozovic.

Romelu Lukaku menggandakan keunggulan Inter pada Menit ke – 78 lewat sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan crossing dari Nicolo Barella dari sisi kiri lapangan. Ini adalah gol ketika sang striker sejak kepindahannya dari Manchester United.

Inter nyaris kembali mencetak gol pada menit ke – 80 andai usaha Matteo Politano dengan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti tidak mengenai mistar gawang.

Andrea Candreva juga memiliki peluang bagus untuk mencetak gol pada masa injury time, namun tendangan kaki kirinya dari sisi kiri kotak penalti tidak bisa di blok.

Susunan Pemain:

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Diego Godin, Stefan de Vrij, Milan Skriniar; Danilo D’Ambrosio, Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Stefano Sensi, Kwadwo Asamoah; Lautaro Martinez, Romelu Lukaku.

Cadangan Inter Milan: Roberto Gagliardini, Alexis Sanchez, Matias Vecino, Andrea Ranocchia, Matteo Politano, Valentino Lazaro, Borja Valero, Federico Dimarco, Daniele Padelli, Cristiano Biraghi, Antonio Candreva, Alessandro Bastani.

AC Milan (4-3-1-2): Gianluigi Donnarumma; Andrea Conti, Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli, Rico Rodriguez; Franck Kessie, Lucas Biglia, Hakan Calhanoglu; Suso; Krzysztof Piatek, Rafael Leao.

Cadangan AC Milan: Ismael Bennacer, Giacomo Bonaventura, Samu Castillejo, Fabio Borini, Ante Rebic, Theo Hernandez, Pepe Reina, Rade Krunic, Lucas Paqueta, Leo Duarte, Matteo Gabbia, Antonio Donnarumma.

Mari Bergabung dengan SemogaQQ Agen Resmi BandarQ / BandarQQ Poker QQ DominoQQ Pkv Games Terpercaya Di Indonesia Minimal Deposit Withdraw Hanya 15.000

>> DAFTAR <<

ICC – Skuat Manchester United untuk Hadapi AC Milan

International Champions Cup

ICC – Skuat Manchester United untuk Hadapi AC Milan – Manchester United akan menjalani laga terakhir mereka pada ICC 2019. Lawan Manchester United laga terakhir tersebut adalah AC Milan.

Manchester United akan bertanding melawan AC Milan di Cardiff, Wales. Laga tersebut akan menjadi laga penentuan untuk Manchester United.

Saat ini, Manchester United menempati peringkat keempat dengan koleksi enam poin dari dua kemenangan. The Red Devils menang atas Inter Milan dan Tottenham Hotspur saat menjalani laga ICC di Asia.

Setan Merah menjadi satu-satunya klub yang masih memiliki peluang untuk menjadi juara. Jika menang dengan selisih empat gol, Manchester United bisa menjadi juara pada ICC 2019.

Benfica masih berada di puncak klasemen dengan koleksi sembilan poin. Jika menang pada waktu pertandingan normal, United bisa menyamai poin Benfica.

Pada laga nanti, Manchester United tidak menyertakan Romelu Lukaku dan Matteo Darmian. Hal tersebut sudah diprediksi karena Lukaku tak bermain sepanjang laga pramusim The Red Devils.

Manchester United sedang berupaya melepas Romelu Lukaku ke Juventus agar bisa mendapatkan Paulo Dybala.

Sedangkan AC Milan dipastikan sudah dipastikan tidak memiliki harapan untuk menang. Saat ini, AC Milan berada di posisi juru kunci di antara 12 Klub.

AC Milan akan menyertakan Andre Silva pada laga nanti. Namun, Giampaolo mencoret nama Lucas Paqueta.

Pemain asal Brasil itu mengalami cedera ringan dan akan ditinggal di Milan. Selain itu, AC Milan akan menyertakan Daniel Maldini, yang merupakan anak dari legenda Rossoneri, Paolo Maldini.

Laga Antara AC Milan dan Manchester United akan berlangsung di Principality Stadium, Cardiff, Wales, pada Sabtu (3/8/2019).

Daftar Pemain Manchester United

Kiper : David de Gea, Sergio Romero, Lee Grant

Bek : Diogo Dalot, Phil Jones, Victor Lindelof, Marcos Rojo, Luke Shaw, Chris Smalling, Axel Tuanzebe, Aaron Wan-Bissaka, Ashley Young

Gelandang : Fred, Angel Gomes, Daniel James, Jesse Lingard, Juan Mata, Nemanja Matic, Scott McTominay, Andreas Pereira, Paul Pogba

Penyerang : Tahith Chong, Mason Greenwood, Anthony Martial, Marcus Rashford

Daftar Pemain AC Milan

Kiper : Antonio Donnarumma, Gianluigi Donnarumma, Pepe Reina

Bek : Davide Calabria, Andrea Conti, Matteo Gabbia, Mateo Musacchio, Ricardo Rodrigurz, Alessio Romagnoli, Ivan Strinic

Gelandang : Lucas Biglia, Giacomo Bonaventura, Marco Brescianini, Hakan Calhanoglu, Rade Krunic, Antonio Mionic

Striker : Andre Silva, Fabio Borini, Samu Castillejo, Daniel Maldini, Suso Fernandez, Krzysztof Piatek

San Siro Jadi Sengketa 2 Klub Milan dan Pemerintah Kota

Serie A

San Siro Jadi Sengketa 2 Klub Milan dan Pemerintah Kota – Wali Kota Milan, Giuseppe Sala, memupuskan harapan AC Milan dan Inter Milan untuk merobohkan San Siro. Menurutnya, pemerintah kota Milan akan mempertahankan stadion tersebut hingga 2026.

Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, sempat mengatakan klubnya dan Inter Milan akan membangun stadion baru di atas lahan stadion lama mereka. Mereka siap merobohkan stadion tersebut demi mendirikan stadion baru yang lebih modern.

Namun, pernyataan tersebut di bantah Sala. Menurutnya, status kepemilikan stadion masih menjadi hak pemerintah Kota Milan. Jadi, keputusan untuk mendirikan stadion baru juga merujuk dari keputusan pemerintah kota.

“Pemerintah kota Milan adalah pemilik dari San Siro. AC Milan dan Inter Milan hanya menyewa stadion tersebut,” ujar sala.

“Jika AC Milan dan Inter Milan membangun Stadion baru, saya hanya memiliki dua hal yang perlu diperhatika.”

“Pertama, hal itu membutuhkan waktu dan kedua, kami adalah pemilik San Siro. Mereka tidak bisa sesumbar mengatakan hal tersebut.

“Satu hal yang pasti, San Siro masih akan berdiri hingga 2026. Setelah itu, baru kita bisa berdiskusi mengenai rencana pembangunan.”

“Perlu diingat, mereka harus memiliki keuangan yang sehat untuk membangun stadion baru. Selain itu, mereka harus membuat perencanaan juga terhadap pembangunan di sekitar stadion, seperti bangunan komersial dan tempat tinggal,” ungkap Sala.

Sebelumnya, pemerintah kota Milan telah berjanji akan menggunakannya untuk acara pembukaan Olimpiade musim dingin 2026, jika mereka ditunjuk menjadi tuan rumah.

Stadion ini merupakan Stadion kebanggaan kota Milan. Stadion tersebut sudah menjadi bangunan yang ikonik di Italia.

Dibuka pertama kalinya pada 1926. AC Milan langsung menghuni stadion tersebut dan menjadikannya sebagai tuan rumah.

Baru pada 1947, Inter Milan ikut menempati stadion tersebut. Laga – laga bersejarah banyak dimainkan di stadion kebangaan kota Milan tersebut.

Stadion berkapasitas 80.000 penonton itu telah menjadi tuan rumah untuk laga Piala Dunia, Piala Eropa, dan final Liga Champions. Inter Milan dan AC Milan berencana membuat stadion baru di atas lahan San Siro, namun rencana tersebut masih terbentur perizinan dari pemerintah kota Milan.

Berita Serie A: AC Milan & Inter Milan Sepakat Robohkan Stadion San Siro

Serie A

Berita Serie A: AC Milan & Inter Milan Sepakat Robohkan Stadion San Siro – Kedua klub raksasa Serie A AC Milan & Inter Milan akan merobohkan stadion bersama mereka sebelum membangun yang baru di lokasi yang sama.

AC Milan dan Inter Milan sama – sama bergerak untuk menerapkan rencana perobohan stadion San Siro, demikian klaim Paolo Scaroni selaku presiden Milan.

Umumnya dikenal dengan San Siro untuk distrik Milan dimana lokasinya berada, Stadion yang juga disebut sebagai Giuseppe Meazza oleh Inter tersebut merupakan salah satu yang paling ikonik dalam sejarah sepak bola Eropa.

Stadion tersebut pernah menggelar Piala Dunia 1990, selain itu juga menyelenggarakan empat final Euro dan Liga Champions, yang paling terkini adalah edisi Final Liga Champions 2016 ketika terjadi Derbi Madrid antara Real Madrid Melawan Atletico Madrid yang di menangkan Oleh Real Madrid 5 – 3 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1 – 1.

Terlepas dari statusnya yang tenar di dunia sepakbola, San Siro dianggap membutuhkan perbaikan. Namun kedua klub Milan sepakat untuk merobohkannya dan membangunnya secara keseluruhan.

Kepada Gazzetta dello Sport, Scaroni mengatakan: “Semuanya [rencana] berjalan.”

“Kami akan membangun San Siro yang baru bersama-sama, di sebelah yang lama dan di area yang sama. Yang lama akan dirobohkan dan di tempat yang sama akan ada bangunan baru yang dibangun.”

Scaroni berbicara di Lausanne, Swiss, Jelang acara Komite Olimpiade untuk pemilihan tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026, Senin (24/6) kemarin.

Milan menjadi salah satu kandidat kota tuan rumah dan Scaroni memimpikan untuk melihat San Siro yang baru bisa menyelenggarakan upacara pembukan turnamen.

“Ini proses yang sangat rumit,” tambah Scaroni. “Akan sangat indah untuk memiliki upacara pembukaan Olimpiade di San Siro yang baru, tapi kami tidak yakin.”

San Siro resmi di buka pada 1926, dengan Milan langsung menjadi penghuni pertama sebelum berbagi kandang dengan Inter Mulai 1947.

CEO Ivan Gazidis Tawari Paolo Maldini Posisi Baru

Serie A

CEO Ivan Gazidis Tawari Paolo Maldini Posisi Baru – Maldini akan mendapat peran baru di San Siro, Jika keinginan sang CEO terwujud.

CEO AC Milan Ivan Gazidis ingin menunjuk Paolo Maldini sebagai direktur teknik setelah kepergian Leonardo.

Seperti diketahui, Leonardo mengundurkan diri sebagai direktur pada Selasa (28/5), hanya beberapa jam setelah pelatih Gennaro Gattuso memutuskan pergi.

Rossoneri akan menghadapi musim panas yang sibuk menyusul kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan. Kini, Gazidis mencoba menawarkan peran baru untuk Maldini, yang kini menjabat sebagai direktur strategi dan perkembangan olahraga Milan.

Gazidis berharap dapat membawa Milan kembali berjaya dan ia ingin Maldini berada disisinya untuk mencapai tujuan itu.

“Gagasan, bakat, dan dasar yang kuat. Seperti itulah kami akan membawa Milan kembali ke puncak,” kata Gazidis kepada La Gazzetta dello Sport. “Dan saya ingin Maldini sebagai direktur teknik.”

Sejumlah laporan dari Italia Mengklaim bahwa Maldini butuh waktu untuk menerima atau menolak tawaran Gazidis ini, meskipun dia dapat membuat keputusan secepatnya pada Rabu (29/5) ini.

Maldini, pemegang rekor penampilan terbanyak di Milan dengan 902 pertandingan, pensiun pada 2009. Ia sempat menolak posisi di belakang layar Milan pada 2016, sebelum akhirnya mengambil perannya saat ini pada Agustus lalu di bawah pemilik Elliot Management.

Pria 50 Tahun tersebut kemungkinan akan terlibat dalam pencarian pelatih baru, dengan Milan dikaitkan dengan sejumlah pelatih seperti Simone Inzaghi (Lazio), Maurizio Sarri (Chelsea), dan Marco Giampolo (Sampdoria).

ll Diavolo Rosso sebenarnya mampu menutup musim dengan baik, memenangkan empat pertandingan terakhir mereka, tetapi itu tidak cukup untuk menyalip rival sekotanya Inter Milan dalam perburuan tiket terakhir Ke Liga Champions.

AC Milan: Gennaro Gattuso Tolak Kompensasi Sisa Kontrak

Serie A

AC Milan: Gennaro Gattuso Tolak Kompensasi Sisa Kontrak – Gattuso enggan menerima €11 juta yang berhak diterimanya dari manajemen Rossoneri sebagai kompensasi pemutusan kontrak.

Gennaro Gattuso telah resmi mengumumkan perpisahannya dengan AC Milan dan tidak akan lagi menjabat sebagai pelatih untuk musim depan.

Sebenarnya sang juru taktik berusia 41 tahun masih punya sisa kontrak hingga Juni 2021, yang jika ditotal dalam nominal senilai €11 juta.

Milan bersedia untuk membayar kompensasi pemutusan kontrak tersebut, namun Gattuso menolaknya atas dasar rasa cinta yang mendalam kepada Rossoneri.

Berpisah dengan Milan ‘sekali lagi’, Merupakan keputusan yang menyakitkan baginya, terlebih ia pernah 13 tahun menghabiskan karier mengesankan sebagai pemain.

“Memutuskan untuk meninggalkan bangku Milan tidak mudah. Tapi ini adalah keputusan yang harus saya buat,” ungkap Gattuso kepada Repubblica, Selasa (28/5) kemarin.

“Tidak ada momen tepat dimana saya membuatnya, hanya rangkuman dari 18 bulan sebagai pelatih tim yang tidak akan pernah saya rasakan seperti lainnya. Bulan- Bulan yang saya jalani dengan penuh semangat, bulan – bulan tak terlupakan.”

“Keputusan saya menyakitkan tapi bijaksana.”

“Apakah saya melepaskan kontrak dua tahun?Ya, Karena cerita saya bersama Milan tidak pernah bisa diukur dengan uang.”

Kepergian Gattuso diikuti oleh Leonardo yang juga menyatakan mundur sebagai direktur olahraga Milan.

Andai saja Gattuso dan Anak asuhnya berjuang lebih kuat untuk lolos ke Liga Champions, Mungkin berita pengunduran diri Legenda AC Milan ini dari kursi kepelatihan mungkin tidak akan terjadi.

Mereka Sendiri berjuang sampai pertandingan terakhir di Serie A melawan SPAL, Walaupun menang dengan skor 2 – 3, itu hanya bisa membuat mereka bercokol di peringkat ke lima dan tidak berhasil lolos ke Liga Champions karena Inter Milan dan Atalanta juga meraih poin penuh yang membuat perolehan nilai mereka semua selisih 1 poin.

Gagal Ke Liga Champions, Gennaro Gattuso: Saya Hancur!

Serie A

Gagal Ke Liga Champions, Gennaro Gattuso: Saya Hancur! – Gattuso menyesalkan inkonsistensi Rossoneri yang membuat mereka gagal mewujudkan impian lolos ke Liga Champions.

Gennaro Gattuso merasa sangat terpukul setelah gagal mengantarkan AC Milan meraih tiket menuju Liga Champions musim depan.

Rossoneri melewatkan kesempatan lolos ke pentas tertinggi Eropa setelah finis kelima dalam klasemen akhir Seria A Italia, meski menang 3 – 2 atas SPAL dalam partai terakhir musim 2018/19.

Perolehan poin Milan kalah satu angka dari Atalanta dan Inter Milan yang menyusul kampiun Juventus serta Napoli untuk finis di empat besar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim. Finis dengan 68 poin memberikan saya rasa bangga, bahkan sekali pun menyakitkan karena kami tidak lolos ke Liga Champions,” Ungkap Gattuso kepada DAZN.

“Kinerja seorang pelatih harus dievaluasi oleh klub dan para pakar. Saya akan bertemu dengan klub dan berbicara. Saya ingin mendengar apa yang mereka pikirkan tentang pekerjaan saya.”

“Kami melakukan kesalahan saat musim berjalan dan mulai sekarang kami harus sebisa mungkin menguranginya. Tapi saya percaya ini adalah tahun positif bagi kami.”

“Penyesalan terbesar adalah kami tidak bisa mempertahankan level konsistensi yang sama selama tiga hingga empat bulan terakhir. Kami melewati banyak periode buruk.”

“Saya tidak setuju ketika saya mendengar orang – orang mengatakan para pemain saya telah bertumbuh. Banyak di antara mereka bermain di bawah level kapabilitas mereka, tapi kami tetap merupakan tim yang punya kualitas dan potensi.”

“Saya tidak tahu apakah kami bisa meningkatkan 68 poin yang telah kami capai musim ini. Itu akan sulit,” lanjutnya.

“Saya merasa punya begitu banyak sejarah dengan klub ini, saya merasa lebih tertekan ketimbang sebelumnya yang harus saya miliki.”

“Saya hampir tidak tidur dalam 18 bulan terakhir, secara mental saya hancur dan ini adalah sesuatu yang harus saya pertimbangkan.”

Romagnoli: Gagal Lolos Liga Champions, Masih Ada Musim Depan

Serie A

Romagnoli: Gagal Lolos Liga Champions, Masih Ada Musim Depan – Alessio Romagnoli menilai apabila AC Milan gagal lolos ke Liga Champions, itu bukanlah kegagalan.

Alessio Romagnoli pasrah apabila AC Milan gagal finis di posisi empat besar klasemen akhir Serie A Italia musim ini. Artinya, klub asuhan Gennaro Gattuso bakal memupus mimpi untuk kembali tmapil di Liga Champions di edisi 2019/20.

Saat ini, Rossoneri menjalani misi berat lantaran bersaing ketat dengan Atalanta untuk berebut finis di posisi keempat klasemen. Namun, Sang defender ikhlas bila klubnya ini akhirnya gagal merebut tiket tampil di UCL.

Baginya, masih ada musim depan untuk memperbaiki diri lagi. Namun, Romagnoli memastikan Milan akan bertarung habis – habisan di sisa laga Serie A musim ini demi melihat hasil terbaik apa yang bisa di petik di akhir.

“Jika kami gagal lolos ke Liga Champions, akan ada musim lainnya untuk menargetkan lolos ke turnamen itu, seperti yang kami rencanakan di musim ini. Namun, masih ada laga yang akan di jalani, apapun bisa terjadi,” ujar Romagnoli kepada jurnalis.

“Kami percaya dengan peluang kami. Kami akan mengerahkan segalanya demi memenangkan laga kontra SPAL minggu nanti dan menanti hasil di laga lainnya,” imbuhnya.

“Kami akan berusaha. Gagal tampil di Liga Champions tidak akan menjadi sebuah kegagalan. Tapi ini memang akan sangat mengecewakan. Kami membuang banyak poin di sejumlah laga, di mana kami salah strategi dan sekarang harus berjuang sampai titik darah penghabisan,” pungkas Romagnoli.

Gennaro Gattuso: Bukan Kegagalan Finis Di Posisi Kelima

Serie A

Gennaro Gattuso: Bukan Kegagalan Finis Di Posisi Kelima – Gennaro Gattuso justru memuji dirinya sendiri setelah membawa AC Milan bisa bersaing di jalur Liga Champions meski bila akhirnya gagal empat besar.

Bos AC Milan Gennaro Gattuso menyatakan, finis di posisi lima besar bukanlah aib bagi klub. Lebih lanjut, dia menilai pencapaian yang demikian tidak bisa dikatakan krisis.

Rossoneri Memang terancam disalip Atalanta dalam perburuan posisi empat besar klasemen akhir Serie A Italia 2018/19.

Meski begitu, Gattuso bereaksi dengan santai melihat kenyataan di atas. Baginya, Milan telah menjalankan musim yang terbilang cukup bagus.

“Saya tidak pernah memikirkan tentang lamanya pertandingan. Saya hanya berpikir tentang mengeluarkan kemampuan terbaik tim ini. Saya percaya pada itikad baik. Seluruh tim telah mengerahkan seluruh usahanya, Kami hanya perlu memikirkan tentang bagaiman kami bermain dengan gaya kami sendiri,” ujar Gattuso kepada jurnalis.

“Posisi kelima tentu saja tidak akan menjadi sebuah kegagalan, tidak! Sebab, saya ingin memberi kredit pada diri saya sendiri, apalagi bila melihat Roma dan Lazio, apa yang akan mereka katakan?” lanjutnya.

Gattuso menambahkan, pihaknya mungkin bakal menyesal apabila gagal tampil di Liga Champions musim depan. Namun, dia menghargai usaha keras anak-anak didiknya selama beberapa bulan terakhir.

“Ada penyesalan karena selama dua bulan ini kami memilki keyakinan kuat dan kami membuang begitu banyak poin, tapi ini bukanlah kegagalan. Kami harus melakukan yang terbaik, merebut sebanyak mungkin poin [di sisa laga] dan kita lihat saja kemudian,” pungkasnya.

AC Milan di bawah asuhan pelatih Gennaro Gattuso bisa bilang membawa perubahan yang terus membaik walau tetap inkonsistensi tetap menjadi momok AC Milan sekarang.